Kamis, 22 Desember 2016

Media Dan Anak

Rasa ke ingin tahuan anak yang begitu besar saat bermain tersedianya media bermain menjadi kebutuhan yang sangat penting, salah satunya di zaman informasi ini kotak ajaib bernama komputer menjadi media yang dekat dengan dunia bermain anak. Sesuai dengan namanya, media yang tergolong dalam media sosial ini memiliki fungsi untuk mendukung interaksi sosial penggunanya. Dalam konteks ini, media sosial bisa digunakan untuk mempertahankan/mengembangkan relasi atau interaksi sosial yang sudah ada dan bisa digunakan untuk mendapatkan teman-teman yang baru.mulai dari games, komunikasi dan informasi.
Seiring dengan perkembangan yang kian pesat di bidang teknologi dan informasi tersebut perkembangan jiwa anakpun mengalami perubahan yang perlu diperhatikan. Kegemaran bermain media sosial yang berlebihan akan mengurangi anak melakukan hubungan sosial dengan teman-temannya sehingga dapat menghambat kemampuan EQ (emotional quentient). Misalnya rasa soliter dan kerjasama dengan teman, kemampuan berkomunikasi sesuai waktu.

Media social
            Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog,jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Internet  adalah kependekan dari inter-network. Secara harfiah mengandung pengertian sebagai jaringan komputer yang menghubungkan beberapa rangkaian. Jaringan internet juga didefinisikan sebagai jaringan komputer yang mampu menghubungkan komputer di seluruh dunia sehingga berbagai jenis dan bentuk informasi dapat dikomunikasikan antar belahan dunia secara instan dan global (Andhika, 2005).

Macam-macam media social
1.      Facebook
2.      Twitter
3.      Google+
4.      Weibo
5.      RenRen
6.      Yelp
7.      Tumblr
8.      Pinterest
9.      Path
10.  Yahoo! Meme
11.  FUPEI

PENGARUH POSITIF MEDIA SOSIAL BAGI ANAK USIA DINI
Kemajuan media informasi dan teknologi sudah dirasakan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat, baik dari segi positif maupun negative dari penggunaannya. Bahkan pada umumnya, saat ini anak-anak usia 5 hingga 12 tahun menjadi pengguna paling banyak dalam memanfaatkan kemajuan media informasi dan teknologi pada saat ini. Oleh karena itu, tidak heran jika dampak positif dari perkembangan media informasi dan teknologi untuk anak usia 5 hingga 12 tahun dikatakan sebagai generasi multi-tasking.
Menurut hasil penelitian American Psychological Asociation (APA) pada tahun 1995 terungkap bahwa tayangan yang bermutu akan mempengaruhi seseorang untuk berperilaku baik. Adapun tayangan yang kurang bermutu akan memengaruhi seseorang untuk berperilaku buruk. Bahkan, penelitian ini menyimpulkan bahwa hampir semua perilaku buruk yang dilakukan orang adalah hasil pelajaran yang mereka terima dari media semenjak usia anak-anak ( Zubaedi, 2011: 174).
Dampak positif dari penggunaan media informasi dan teknologi ini adalah antara lain:
1.            Untuk memudahkan seorang anak dalam mengasah kreativitas dan keceradasan anak.
  1. Adanya beragam aplikasi digital seperti mewarnai, belajar membaca dan menulis huruf tentunya memberika dampak positif bagi perkembangan otak anak. Mereka tidak memerlukan waktu dan tenaga yang lebih untuk belajar membaca dan menulis di buku atau kertas, cukup menggunakan tablet sebagai sarana belajar yang tergolong lebih menyenangkan.
  2. Anak-anak menjadi lebih bersemangat untuk belajar karena aplikasi semacam ini biasanya dilengkapi dengan animasi yang menarik, warna yang cerah, serta lagu-lagu yang ceria.
  3. Kemampuan berimajinasi anak juga semakin terasah karena permainan yang mereka gunakan bervariasi dan memiliki jalan cerita yang beragam
Dampak negatif media sosial bagi anak usia dini. Ada beberapa pengaruh media sosial bagi anak usia dini, diantaranya:
1.            Dari segi fisik komputer dapat menimbulkan rasa nyeri kronik pada tangan, pergelangan tangan, punggung dan bahu jika berlangsung lama.Dapat mengakibatkan ketegangan pada otot mata karena monitor komputer memancarkan radiasi berbagai sinar seperti infra merah, ultraviolet dan elektromagnetik pemicu penyakit kanker.
2.      Dari segi psikologis pengeruh komputer, internet, video games akan mengikis waktu dan komunikasi dalam keluarga. Anak-anak menjadi lebih tertarik pada dunia interaktif dibanding dengan mengerjakan hal-hal yang biasa mereka kerjakan.
“Ketagihan terhadap komputer juga akan mengurangi waktu bermain dengan teman-teman sebaya dan teman sekelas, sehingga anak akan tumbuh dengan kondisi kekurangan sosialisasi,”ujar Thomas Batalia, seorang psikolog Ateneo Welline Center di Filipina (Ellisiti Julaihah, 2004:2005)
3.      Anak-anak juga dapat menjadi lebih sulit berkonsentrasi dalam dunia nyata. Hal ini dikarenakan anak-anak tersebut sudah terbiasa hidup dalam dunia digital.
4.      Anak usia dini adalah peniru ulung, maka dengan seringnya bermain video games yang biasanya para jagoan menyelesaikan masalah dengan cara memukul atau menembaki. Hal ini secara tidak langsung mengajarkan perilaku kekerasan pada anak.
Ada juga 10 ciri seseorang kecanduan jejaring sosial di dunia maya menurut analis Retrevo Gadgetology adalah sebagai berikut :
·         Yang Pertama, anda berbicara atau mengirim pesan hanya 140 karakter atau kurang dari itu. Ini mencerminkan bahwa pola pikir Anda sudah sangat meresap dengan Twitter yang hanya memperbolehkan mengirim 140 karakter di setiap pesan yang anda kirim.
·         Kedua, anda seringkali iseng untuk mencolek alias ‘poke’ teman atau rekan kerja meski sekadar hanya untuk pergi ke tolilet.
·         Ketiga, ketika ditanya oleh seseorang, “Bagaimana akhir pekanmu?”. Di pikiran anda yang pertama kali muncul adalah “ Duh aku lupa update status di Facebook dan Twitter”.
·         Keempat, anda kerap kali memposting link tentang keberhasilan memainkan game di Facebook. Misalnya: ‘Sukses naik ke level 932 Mafia Wars”. Sementara di Twitter, dalam 24 jam langsung mem-follow ribuan account sekaligus.
·         Kelima, anda menilai bahwa diri berhasil dan berharga dengan mengukur dari seberapa sering Anda me-retweed.
·         Keenam, Ketika koneksi internet terhambat, Anda tak sabar untuk terus menerus me-refresh halaman jejaring sosial yang ingin dibuka.
·         Ketujuh, anda mengganggap bahwa dengan menambah satu orang follower sangat begitu berarti, seperti mencetak skor dalam sebuah pertandingan olahraga. -Kedelapan, Mengecek atau mengupdate status di Facebook dan Twitter sebelum tidur.
·         Kesembilan, Selalu wara-wiri di jejaring sosial sedikitnya satu kali sehari. Dan Kesepuluh, ketika ingin bersantap alias makan pun tak bisa menahan diri untuk tetap aktif ke situs jejaring sosial. (lihat inet.detik.com, 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar