MEDIA, GAYA HIDUP, DAN KONSUMERISME
MEDIA
Apa
itu Media???
Media adalah
akses yang mempermudah kegiatan yang kita lakukan. Begitu berguna, sehingga
banyak manusia yang memanfaatkan media tersebut, seperti untuk berbagi
informasi. Tidak peduli penggunaan itu bermanfaat atau tidak bagi Si Penerima
Informasi, oleh karna itu yang perlu dilakukan adalah harus pandai dalam
memilih arus informasi yang masuk ke dalam otak.
GAYA
HIDUP
Gaya
hidup merupakan ciri sebuah dunia modern. Gaya hidup adalah pola-pola tindakan
yang membedakan antara satu orang dengan orang lainnya.
Kelas-kelas social dalam dunia modern dilukiskan dan dilembagakan. Featherstone membagi gaya hidup menjadi tig tipe, yaitu:
Kelas-kelas social dalam dunia modern dilukiskan dan dilembagakan. Featherstone membagi gaya hidup menjadi tig tipe, yaitu:
-
Melihat konsumerisme sebagai cara
atau tahapan tertentu perkembangan kapitalis
-
Hubungan antara penggunaan dan
benda dan cara-cara melukiskan status
-
Kreatifitas praktik-praktik
konsumen-estetika konsumsi
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI GAYA HIDUP
Amstrong
(dalam Nugraheni, 2003) menyatakan bahwa terdapat dua factor yang mempengaruhi
gaya hidup, yaitu dari dalam diri individu (internal) dan luar (eksternal)
Faktor Internal
1.
Sikap
2.
Pengalaman dan Pengamatan
3.
Kepribadian
4.
Konsep Diri
5.
Motif
6.
Persepsi
Faktor Eksternal
1.
Kelompok Referensi
2.
Keluarga
3.
Kelas Sosial
4.
Kebudayaan
KONSUMERISME
Adalah
paham atau ideology yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau
menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara
berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan.
Dalam pengertian lebih luas, istilah konsumerisme, dapat diartikan sebagai gerakan yang memperjuangkan kedudukan yang seimbang antara konsumen, pelaku usaha dan Negara dan gerakan tidak sekadar hanya melingkupi isu kehidupan sehari-hari mengenai produk harga naik atau kualitas buruk, termasuk hak asasi manusia berikut dampaknya bagi konsumen.
Dalam pengertian lebih luas, istilah konsumerisme, dapat diartikan sebagai gerakan yang memperjuangkan kedudukan yang seimbang antara konsumen, pelaku usaha dan Negara dan gerakan tidak sekadar hanya melingkupi isu kehidupan sehari-hari mengenai produk harga naik atau kualitas buruk, termasuk hak asasi manusia berikut dampaknya bagi konsumen.
Bagimana menghindari dari Konsumerisme?
Mulailah
mengendalikan diri dan membelanjakan uang hanya untuk barang yang benar-benar
kita perlukan, jangan mudah terpengaruh dengan rayuan untuk membeli dan mulai
mempertanyakan proses di balik pembuatan barang yang akan kita beli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar